KRONOLOGI AKSI FROMKOLEGA

KRONOLOGI AKSI FROMKOLEGA

Tgl 28 Desember 2012, masa yang tergabung dari pengungsi letusan gunung api roketenda dan aktivis KPK PRD Sikka dan Aktivis LMND Ekskot SIkka berkumpul di posko pengungsi yang dibangun secara pribadi oleh bapak Damianus Wera di kilo Dua Kota Uneng. Tepat pukul 09.00 Witeng masa aksi bergerak dari kilo 2 menuju kantor DPRD Sikka melalui jln diponogoro, jln Nong Meak, Jalan Anggrek, menuju jln Eltari 1, Eltari 2 menuju kantor DPRD, selama perjalanana masa berorasi dan meneriakan ye-yel menuntut pemda Sikka segera mengurus pengunsi korban letusan Gunung Api roketenda yang sudah 3 bulan mengunsi.

Masa aksi tiba di gedung DPRD sekitar pukul 10.30 Witeng. Informasi yang diterima dari Sekwan bahwa seluruh anggota DPRD Sikka lagi tugas keluar daerah jadi masa aksi tidak bisa berdialog dengan DPRD Sikka. Saat itu sedikit terjadi ketegangan karena harapan rakyat untuk bertemu DPRD untuk tidak terpenuhi. Pukul 11.00; Pintu kantor DPRD Sikka di buka dan sekwan menginformasikan bahwa masa aksi bisa berdialog dengan sala satu pimpinan DPRD Sikka yaitu bapak Drs Alexander Longginus. Masa aksi diminta untuk masuk, ratusan masa aksi memenuhi ruangan DPRD Sikka untuk berdialog dengan Wakil Ketua DPRD Sikka.

Dialog dengan wakil ketua DPRD tidak dapat menjawab tuntutan masa aksi untuk segera mendapat pernyataan resmi Dari PEMDA SIKKA (bupati Sikka) dalam melakukan penanganan terhadap pengungsi Gunung Api Roketenda. Karena DPRD hanya dapat menghadirkan pegawai dari BPBD Sikka dan dalam dialog para pegawai ini mengatakan bahwa mreka belum mengambil langka penanganan karena belum ditetapkan bawa situasi palue dalam keadaan darurat bencana. Dalam ddialog ini tidak ada titik temu untuk mengurai ketegangan, Yohanes Kia Nunang membacakan pernyataan Sikap Forum isi tuntutan masa Aksi :

Setelah pernyatasan sikkap dibacakan Wakil ketua DPRD lansung memerintakan kepala BPBD Sikka untuk segera berkoordinasi dengan bupati Sikka dan segera melakukan tindaka sesuai dengan tuntutan masa aksi. masa aksi menunggu di DPRD Sikka samapai mendapatkan kepastian.

pada pukul 17.00; pegawai BPBD yang diperintakan untuk melakukan koordinasi dengan bupati sikka datang kembali ke BPBD dan memberitaukan bahwa :

  1. mereka telah berkoordinasi dengan Bupati Sikka dan bupati sikka memerintakan; agar masa aksi bisa mengunsi ke transito.

  2. penanganan pengunsi di transito akan ditangani oleh Pemda Sikka.

  3. pemerintah akan berkoordinasi dengan camat alok barat untuk mendapatkan lahan untuk dibangun barak pengunsi.

pertanyaan masa aksi : Kapan pernyataan ke 3 ini di realisasi jawabannya tidak pasti yaitu dalam waktu dekat. pertanyaan berikutnya : apakah di jamin kami puluhan dan nantinya ratusan orang ini ke transito dan tidak diterlantarkan ??? karena sudah beberapa kk yang mengunsi di transito dan diterlantarkan. pertanyaaan inipun tidak ada kepastian jawaban.

karena tidak pasti maka masa aksi memutuskan untuk tetap menginap di kantor DPRD . malam itu masa aksi menetap di kantor DPRD.

pagi pukul 7.30 ada acara di kantor bupati Sikka : seluruh mobil dinas bergerak menuju kantor bupati Sikka pengungsi berpikir mereka akan mengadakan rapat koordinasi untuk penanganan bencana palue ternyata acara pelantikan Ekselon II.

Sebelum masa aksi bergerak menuju kantor Bupati Sikka, korlap FROMKOLEGA (Forum Masyarakat Letusan Gunung Api Rokatenda-Palue (sdr. Yohanes Kia Nunang) telah memperingatkan Bupati Sikka dan seluruh pegawai serta para undangan agar tidak meninggalkan kantor Bupati Sikka sebelum FROMKOLEGA bertemu dengan Bupati Sikka. Tetapi peringatan tersebut tidak diindahkan oleh Bupati dan seluruh pegawai serta para undangan dan mereka meninggalkan kantor Bupati Sikka. Maka pada pukul 10.30 masa FROMKOLEGA secara spontan menahan dan meminta seluruh mobil dinas yang ditumpangi untuk kembali ke kantor Bupati Sikka dan masa mau menggunakan mobil tersebut untuk membantu para korban letusan gunung Rokatenda-Palue untuk pendistribusian logistik. Pukul 10.40 masa FROMKOLEGA bergerak dari kantor DPRD menuju kantor Bupati Sikka, ketika masa sampai di jln El-Tari (depan kantor Bupati Sikka) ada beberapa mobil dinas yang keluar sehingga masa menghadang beberapa mobil dinas termasuk mobil yang ditumpangi camat Nita, Bpk Dominikus Mena da Silva dan meminta dengan hormat agar bapak camat Nita turun dari mobil dinas dan menggunakan ojek karena mobil dinas tersebut akan dipakai oleh Forum untuk mengantar logistik bagi para korban letusan gunung Rokatenda. Namun pak camat tidak mau turun dari mobil dinas tersebut karena pak camat mengatakan bahwa dia tidak ada urusan dengan pengungsi korban letusan gunung Rokatenda sehingga masa marah maka Koordinator FROMKOLEGA, Bpk Damianus Wera menghadang mobil dengan posisi berdiri menahan di kap depan mobil dan kawan korlap Yohanes Kia Nunang (ketua LMND Ekskot Sikka) naik ke atas mobil dinas camat Nita sambil berorasi. Kemudian sekali lagi masa aksi meminta camat turun dari mobil dinas tersebut dan memakai ojek untuk pulang, maka bpk camat pun turun dan mobil tersebut diarahkan menuju kembali ke kantor Bupati Sikka, setelah mobil dinas diarahkan masuk pintu gerbang ditutup oleh masa. ketika berada di kantor bupati masa FROMKOLEGA berorasi dan meminta untuk bertemu dengan bupati Sikka, namun hal tersebut tidak dipenuhi oleh Bupati Sikka. setelah beberapa menit kemudian wakil Bupati Sikka bertemu dengan masa aksi, namun masa aksi menolak, masa aksi mau bertemu dengan Bupati Sikka sebagai penentu kebijakan (komando bencana) sebab saat itu juga Bupati Sikka berada di tempat dan sementara menjalankan tugas, bukan wakil bupati Sikka. Masa aksi merasa permintaan tersebut sdh tidak terpenuhi sehinga masa bersepakat untuk kembali menduduki kantor DPRD Sikka. Pada tanggal 31 Desember 2012 saudara ketua LMND Sikka, Yohanes Kia Nunang menerima surat panggilan dari polisi dengan nomor surat: SP.Gil/363/XII/2012/Reskrim. isi surat tersebut menyatakan bahwa saudara Yohanes Kia Nunang sebagai tersangka dalm perkara tindak pidana tidak menyenangkan yang terjadi pada hari sabtu tgl 29 Desember sekitar pkl 11.00 wita bertempat di jln El Tari depan kantor DPRD kab Sikka sebagaimana dimaksud dalam pasal 335 ayat (1) KUHP dan atau pasal 406 atas laporan camat Nita.

Pada tanggal 03 Januari 2013 sekitar pukul 10.00 – 12.00 wita sdr Yohanes Kia Nunang diperiksa oleh Polres Sikka (Reskrim). Dalam pemeriksaan tersebut sdr Yohanes Kia Nunang dinyatakan ditahan.

Mengapa kami menuntut Pemda Sikka untuk segera melakukan respon atas bencana Gunung Api Roketenda :

1. Pengungsi letusan gunung api Rokatenda Palue yang berada di Kec . Maurole kab. Ende, dari 3 desa, Yaitu desa Keliwumbu berjumlah 46 KK, 141 jiwa, desa Mausambi 26 KK, 103 jiwa, desa ulu Dala 55 kk, 188 jiwa,sementara pengungsi yang berada di tempat penampungan keluarga di Kab. Sikka yaitu di rumah Bapak Damianus Wera berjumlah 250 jiwa, centrum 50 jiwa, waturia, 350 jiwa , Waioti 5o jiwa, Wolonmbue 250 jiwa. Total 1.512 jiwa dan masi banyak lagi parapegungsi yang tidak terdata, serta masi ada yang bergerak dari Palue untuk menyelamatkan diri ke Kab. Ende maupun Kab.Sikka. Para pengungsi sangat tidak di urus dengan baik oleh pemerintah Kab.Sikka terutama dalam hal kebutuhan para pengungsi seperti [ pangan, pakaian, tempat tidur, fasilitas kesehatan, air bersih, serta MCK.

2. Sudah 3 bulan anak – anak sekolah korban letusan gunung api Rokatenda yang terdiri dari 12 SD, dan 2 SLTP tidak dapat melakukan proses belajar mengajar padahal tinggal beberapa bulan lagi anak – anak kls 6 dan kls 9 akan mengikuti Ujian Akir Nasional [UN ].

Pencatat Kronologs KPK PRD Sikka & LMND ekskot Sikka.

Klemens kheri S.pd

KRONOLOGI AKSI FROMKOLEGA

Tgl 28 Desember 2012, masa yang tergabung dari pengungsi letusan gunung api roketenda dan aktivis KPK PRD Sikka dan Aktivis LMND Ekskot SIkka berkumpul di posko pengungsi yang dibangun secara pribadi oleh bapak Damianus Wera di kilo Dua Kota Uneng. Tepat pukul 09.00 Witeng masa aksi bergerak dari kilo 2 menuju kantor DPRD Sikka melalui jln diponogoro, jln Nong Meak, Jalan Anggrek, menuju jln Eltari 1, Eltari 2 menuju kantor DPRD, selama perjalanana masa berorasi dan meneriakan ye-yel menuntut pemda Sikka segera mengurus pengunsi korban letusan Gunung Api roketenda yang sudah 3 bulan mengunsi.

Masa aksi tiba di gedung DPRD sekitar pukul 10.30 Witeng. Informasi yang diterima dari Sekwan bahwa seluruh anggota DPRD Sikka lagi tugas keluar daerah jadi masa aksi tidak bisa berdialog dengan DPRD Sikka. Saat itu sedikit terjadi ketegangan karena harapan rakyat untuk bertemu DPRD untuk tidak terpenuhi. Pukul 11.00; Pintu kantor DPRD Sikka di buka dan sekwan menginformasikan bahwa masa aksi bisa berdialog dengan sala satu pimpinan DPRD Sikka yaitu bapak Drs Alexander Longginus. Masa aksi diminta untuk masuk, ratusan masa aksi memenuhi ruangan DPRD Sikka untuk berdialog dengan Wakil Ketua DPRD Sikka.

Dialog dengan wakil ketua DPRD tidak dapat menjawab tuntutan masa aksi untuk segera mendapat pernyataan resmi Dari PEMDA SIKKA (bupati Sikka) dalam melakukan penanganan terhadap pengungsi Gunung Api Roketenda. Karena DPRD hanya dapat menghadirkan pegawai dari BPBD Sikka dan dalam dialog para pegawai ini mengatakan bahwa mreka belum mengambil langka penanganan karena belum ditetapkan bawa situasi palue dalam keadaan darurat bencana. Dalam ddialog ini tidak ada titik temu untuk mengurai ketegangan, Yohanes Kia Nunang membacakan pernyataan Sikap Forum isi tuntutan masa Aksi :

Setelah pernyatasan sikkap dibacakan Wakil ketua DPRD lansung memerintakan kepala BPBD Sikka untuk segera berkoordinasi dengan bupati Sikka dan segera melakukan tindaka sesuai dengan tuntutan masa aksi. masa aksi menunggu di DPRD Sikka samapai mendapatkan kepastian.

pada pukul 17.00; pegawai BPBD yang diperintakan untuk melakukan koordinasi dengan bupati sikka datang kembali ke BPBD dan memberitaukan bahwa :

  1. mereka telah berkoordinasi dengan Bupati Sikka dan bupati sikka memerintakan; agar masa aksi bisa mengunsi ke transito.

  2. penanganan pengunsi di transito akan ditangani oleh Pemda Sikka.

  3. pemerintah akan berkoordinasi dengan camat alok barat untuk mendapatkan lahan untuk dibangun barak pengunsi.

pertanyaan masa aksi : Kapan pernyataan ke 3 ini di realisasi jawabannya tidak pasti yaitu dalam waktu dekat. pertanyaan berikutnya : apakah di jamin kami puluhan dan nantinya ratusan orang ini ke transito dan tidak diterlantarkan ??? karena sudah beberapa kk yang mengunsi di transito dan diterlantarkan. pertanyaaan inipun tidak ada kepastian jawaban.

karena tidak pasti maka masa aksi memutuskan untuk tetap menginap di kantor DPRD . malam itu masa aksi menetap di kantor DPRD.

pagi pukul 7.30 ada acara di kantor bupati Sikka : seluruh mobil dinas bergerak menuju kantor bupati Sikka pengungsi berpikir mereka akan mengadakan rapat koordinasi untuk penanganan bencana palue ternyata acara pelantikan Ekselon II.

Sebelum masa aksi bergerak menuju kantor Bupati Sikka, korlap FROMKOLEGA (Forum Masyarakat Letusan Gunung Api Rokatenda-Palue (sdr. Yohanes Kia Nunang) telah memperingatkan Bupati Sikka dan seluruh pegawai serta para undangan agar tidak meninggalkan kantor Bupati Sikka sebelum FROMKOLEGA bertemu dengan Bupati Sikka. Tetapi peringatan tersebut tidak diindahkan oleh Bupati dan seluruh pegawai serta para undangan dan mereka meninggalkan kantor Bupati Sikka. Maka pada pukul 10.30 masa FROMKOLEGA secara spontan menahan dan meminta seluruh mobil dinas yang ditumpangi untuk kembali ke kantor Bupati Sikka dan masa mau menggunakan mobil tersebut untuk membantu para korban letusan gunung Rokatenda-Palue untuk pendistribusian logistik. Pukul 10.40 masa FROMKOLEGA bergerak dari kantor DPRD menuju kantor Bupati Sikka, ketika masa sampai di jln El-Tari (depan kantor Bupati Sikka) ada beberapa mobil dinas yang keluar sehingga masa menghadang beberapa mobil dinas termasuk mobil yang ditumpangi camat Nita, Bpk Dominikus Mena da Silva dan meminta dengan hormat agar bapak camat Nita turun dari mobil dinas dan menggunakan ojek karena mobil dinas tersebut akan dipakai oleh Forum untuk mengantar logistik bagi para korban letusan gunung Rokatenda. Namun pak camat tidak mau turun dari mobil dinas tersebut karena pak camat mengatakan bahwa dia tidak ada urusan dengan pengungsi korban letusan gunung Rokatenda sehingga masa marah maka Koordinator FROMKOLEGA, Bpk Damianus Wera menghadang mobil dengan posisi berdiri menahan di kap depan mobil dan kawan korlap Yohanes Kia Nunang (ketua LMND Ekskot Sikka) naik ke atas mobil dinas camat Nita sambil berorasi. Kemudian sekali lagi masa aksi meminta camat turun dari mobil dinas tersebut dan memakai ojek untuk pulang, maka bpk camat pun turun dan mobil tersebut diarahkan menuju kembali ke kantor Bupati Sikka, setelah mobil dinas diarahkan masuk pintu gerbang ditutup oleh masa. ketika berada di kantor bupati masa FROMKOLEGA berorasi dan meminta untuk bertemu dengan bupati Sikka, namun hal tersebut tidak dipenuhi oleh Bupati Sikka. setelah beberapa menit kemudian wakil Bupati Sikka bertemu dengan masa aksi, namun masa aksi menolak, masa aksi mau bertemu dengan Bupati Sikka sebagai penentu kebijakan (komando bencana) sebab saat itu juga Bupati Sikka berada di tempat dan sementara menjalankan tugas, bukan wakil bupati Sikka. Masa aksi merasa permintaan tersebut sdh tidak terpenuhi sehinga masa bersepakat untuk kembali menduduki kantor DPRD Sikka. Pada tanggal 31 Desember 2012 saudara ketua LMND Sikka, Yohanes Kia Nunang menerima surat panggilan dari polisi dengan nomor surat: SP.Gil/363/XII/2012/Reskrim. isi surat tersebut menyatakan bahwa saudara Yohanes Kia Nunang sebagai tersangka dalm perkara tindak pidana tidak menyenangkan yang terjadi pada hari sabtu tgl 29 Desember sekitar pkl 11.00 wita bertempat di jln El Tari depan kantor DPRD kab Sikka sebagaimana dimaksud dalam pasal 335 ayat (1) KUHP dan atau pasal 406 atas laporan camat Nita.

Pada tanggal 03 Januari 2013 sekitar pukul 10.00 – 12.00 wita sdr Yohanes Kia Nunang diperiksa oleh Polres Sikka (Reskrim). Dalam pemeriksaan tersebut sdr Yohanes Kia Nunang dinyatakan ditahan.

Mengapa kami menuntut Pemda Sikka untuk segera melakukan respon atas bencana Gunung Api Roketenda :

1. Pengungsi letusan gunung api Rokatenda Palue yang berada di Kec . Maurole kab. Ende, dari 3 desa, Yaitu desa Keliwumbu berjumlah 46 KK, 141 jiwa, desa Mausambi 26 KK, 103 jiwa, desa ulu Dala 55 kk, 188 jiwa,sementara pengungsi yang berada di tempat penampungan keluarga di Kab. Sikka yaitu di rumah Bapak Damianus Wera berjumlah 250 jiwa, centrum 50 jiwa, waturia, 350 jiwa , Waioti 5o jiwa, Wolonmbue 250 jiwa. Total 1.512 jiwa dan masi banyak lagi parapegungsi yang tidak terdata, serta masi ada yang bergerak dari Palue untuk menyelamatkan diri ke Kab. Ende maupun Kab.Sikka. Para pengungsi sangat tidak di urus dengan baik oleh pemerintah Kab.Sikka terutama dalam hal kebutuhan para pengungsi seperti [ pangan, pakaian, tempat tidur, fasilitas kesehatan, air bersih, serta MCK.

2. Sudah 3 bulan anak – anak sekolah korban letusan gunung api Rokatenda yang terdiri dari 12 SD, dan 2 SLTP tidak dapat melakukan proses belajar mengajar padahal tinggal beberapa bulan lagi anak – anak kls 6 dan kls 9 akan mengikuti Ujian Akir Nasional [UN ].

Pencatat Kronologs KPK PRD Sikka & LMND ekskot Sikka.

Klemens kheri S.pd

Mus Muliadi

Tentang WAHANA TANI MANDIRI

Wahana Tani Mandiri yang disingkat WTM didirikan, 29 Januari 1996. WTM adalah sebuah lembaga non-profit yang melakukan advokasi teknis pertanian kepada petani dan advokasi kebijakan agar berpihak pada kaum tani. WTM beralamat Kantor pusat : Jl. Feondari, Tanali, Bhera, kec. Mego, Kab.Sikka. Sedangkan untuk memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak maka WTM memiliki kantor penyanggah : Jl. Wairklau, Lorong Kantor Dinasi Koperasi Kabupaten Sikka, NTT.
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s