Besipae Terus Dihantui Permasalahan

 

 

Eksekutif Daerah

NTT

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia

Friends of the Eart Indonesia

Jl. Bundaran PU, RT.05/RW.01, (Depan Rumah Makan Fatmawati) Kelurahan Oebofu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang

email: walhientete@yahoo.co.id

herrynaif@yahoo.com

melkynahar@gmail.com

webs/blog. walhintt.wordpress.com

http://www.walhi.or.id

 

Nomor             : 033/C-WALHI – NTT/X/2012

Lampiran         : –

Perihal             : Pernyataan Sikap

 

Kepada Yth.

Bupati Timor Tengah Selatan

Di –

Soe

            Salam Adil Lestari!

 

            BESIPAE TERUS DIHANTUI PERMASALAHAN

            Permasalahan Kawasan hutan Besipae hingga hari ini belum ada titik terang. Dalam kawasan itu, diklaim 6000 ha milik dinas peternakan sejak kerja sama pemerintah provinsi dengan Australia untuk pengembangan ternak. Sedangkan pada kawasan yang sama (2000 ha) adalah milik kehutanan. Sedangkan masyarakat Besipae melihat itu sebagia Kio (hutan adat) mereka.

Klaim-mengklaim antar komponen yang ada tidak pernah diselesaikan. Padahal, tahun 2008 telah tercuat ke publik soal pembakaran hutan agar diimplementasikan projek GERHAN. Kasus ini kemudian dilaporkan hingga Nasional (Kementrian Kehutanan, DPR RI, Kementrian Lingkungan, Komnas HAM). Tetapi herannya penyelesaian atas kasus itu jalan di tempat, malah tidak pernah ada kemajuan.

Melihat lambannya penyelesaian atas kasus tersebut, warga Besipae kemudian melakukan re-claiming pada wilayah tersebut, dengan dibangun pondok dan mulai menanam beberapa tanaman sebagai sumber hidup mereka. Sebab, kawasan itu adalah salah satu sumber penghidupan mereka. Warga ingin masuk dan mebuat contoh, dimana mereka mau menjaga hutan yang ada.

Herannya re-claiming warga tidak pernah disikapi dengan bagaimana membangun dialog bersama untuk menemukan sebuah solusi terbaik. Malah yang terjadi adalah pada bulan April, Niko Manao (Warga Besipae) dikeroyok dan itu disaksikan oleh Camat Amanuban Selatan. Tetapi kasus ini kemudian hanya diselesaikan secara hukum tetapi tidak pemerintah setempat tidak pernah melakukan dialog dengan warga.

Tidak heran kemudian, tanggal 9 Oktober 2012 terjadi kasus pelemparan rumah warga yang didatangkan dinas perternakan di kawasan itu. Kasus ini dipicu oleh beberapa kali pagar kebun warga Besipae dibuka oleh warga yang didatangkan Dinas Peter. Beberapa kali dibuka pagar kebun warga Besipae sehingga tanaman mereka di kebun dihabiskan oleh binatang. Kejadian ini membuat warga marah. Dan kemudian berbuntut pada kasus pelemparan.

Dari informasi yang diterima, ada 18 warga yang dibuatkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan), yakni: 2 Orang Anak, 4 orang ibu dan 12 Laki-laki. Dari hasil pemeriksaan itu kemudian 2 orang anak, 4 orang ibu dan seorang warga lagi dipulangkan. Sedangkan sebelas lainnya masih ditahan di Polres TTS.  Delapanbelas warga yang diperiksa itu tanpa didampingi Kuasa Hukum.

Menyikapi kasus yang ada, kami Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah NTT menyatakan:

  1. Bahwa kasus ini adalah potret buram penyelesaian masalah agraria di NTT. Bahwa kasus serupa pasti dialami di tempat lain. Karena itu, hendaknya kasus ini menjadi pintu masuk penyelesaiaan kasus hutan Besipae yang tidak pernah mendapat sentuhan penyelesaiaan.

Dinas Peternakan dan Dinas Kehutanan menstinya mendiskusikan permasalahan ini bersama warga Besipae agar ada kejelasan dalam pengelolaan dan keadilan dalam pengelolaan.

  1. Bahwa, Polres TTS hendaknya mempertimbangkan secara bijaksana, karena penahanan terhadap 11 Warga Besipae di Polres TTS yang sudah di -BAP itu, apa didampingi Kuasa Hukum?

Bila tidak, hendaknya segera mengeluarkan mereka, karena setiap warga negara perlu mendapatkan perlindungan dan pembelaan hukum;

  1. Bahwa, Pemerintah Kabupaten TTS dan Instansi terkait segera menyelesaikan kasus Besipae secara tuntans; jangan menyimpan bom waktu bagi warga Besipae.

 

Kupang, 11 Oktober 2012

Hormat Kami

 

 

Herry Naif                                                                 Melky Nahar

Direktur WALHI NTT                                             Manajer Program

 

Nama-Nama Warga Besipae yang di-BAP:

  1. Benyamin Selan
  2. Kornelis Nomleni
  3. Titus Neonbota (Tidak terlibat dalam pelemparan)
  4. Anderias Neonkeba
  5. Frans Sae
  6. Robentu Faot
  7. Simon Kase
  8. Akris Tobias Tobe
  9. Rina Nomleni (Perempuan)
  10. Yuliana Lete  (Perempuan)
  11. David Manisa
  12. Yermias Nomleni (Anak; 17 Thun)
  13. Deni Tamonob (Anak: 14 Tahun)
  14. Demaris Tefa (Perempuan)
  15. Afliana Neolaka (Perempuan)
  16. Yokobis Sae
  17. Maklon Kolodikson Sole
  18. Naftali Liunokas

Nama yang dipulangkan:

  1. Rina Nomleni
  2. Yuliana Lete
  3. Demaris Tefa
  4. Alfian Noelaka
  5. Deni Tamonob
  6. Yermias Nomleni
  7. Titus Neonbota (Tidak terlibat dalam pelemparan)

Tentang WAHANA TANI MANDIRI

Wahana Tani Mandiri yang disingkat WTM didirikan, 29 Januari 1996. WTM adalah sebuah lembaga non-profit yang melakukan advokasi teknis pertanian kepada petani dan advokasi kebijakan agar berpihak pada kaum tani. WTM beralamat Kantor pusat : Jl. Feondari, Tanali, Bhera, kec. Mego, Kab.Sikka. Sedangkan untuk memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak maka WTM memiliki kantor penyanggah : Jl. Wairklau, Lorong Kantor Dinasi Koperasi Kabupaten Sikka, NTT.
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s