Lokakarya Monitoring Dampak dan Analisa Pertambangan Mangan di Pulau Timor Barat

Lokakarya Monintoring dan Analisa Dampak Pertambangan Mangan di Pulau Timor yang diselenggarakan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi NTT dan Charles Darwin Univercity (CDU) di hotel Maya Kupang(28-29/08/12). Kegiatan ini dihadiri oleh BLHD, Dinas Pertambangan dan Energi, Bapeda, Dinkes se-kabupaten di Pulau Timor, Akademisi dan beberapa NGO di Kota Kupang.

Lokakarya ini dibuka oleh Eston Funay (Wakil Gubernur NTT) dihadiri oleh Karliansya (Deputi Perlindungan dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup) Kementrian Lingkungan Hidup. Dalam Presentasinya, Karliansyah mengutarakan mengenai pertambangan yang harus dilakukan secara baik, mulai dari perencanaan hingga reklamasi. Karena itu, pengawasan pengelolaan lingkungan hidup harus dilakukan secara tegas dan baik.

Menanggapi prensentasi ini, Herry (Direktur WALHI NTT) menyatakan bahwa sejauh pengalaman pemantauan WALHI di seluruh Indonesia, belum ditemukan sebuah pertambangan yang baik. Malah yang terjadi adalah masyarakat di lokasi pertambangan dipinggirkan. Hak-hak dasar rakyat di wilayah pertambangan malah dilanggar.

Lebih dari itu, NTT adalah deretan pulau-pulau kecil yang harus dilihat lebih cerdas. Model Pengelolaan Sumber Daya Alam yang dilakukan di NTT itu ramah lingkungan. Sedangkan Pertambangan adalah industri ekstraktif yang tidak ramah lingkungan. Seyogyanya di tolak dari bumi Flobamoratas, demikian tukasnya.

Sedangkan presentasi beberapa peneliti, seperti Rohan Fisher dari Charles Darwin Univercity menyatakan bahwa pulau Timor adalah wilayah yang labil. Karena itu pengelolaan Sumber daya alam harus dilakukan secara baik.  Kemudian dilanjutkan dengan prensentasi dari Kepala BLH Propinsi NTT bahwa dari hasil monitoring BLH banyak wilayah pertambangan di NTT harus dievaluasi karena berada di wilayah kelola rakyat, yang tentunya akan mengganggu sumber penghidupan rakyat.

Lokakarya ini kemudian berakhir dengan sebuah rekomendasi yang ditandatangani bersama mengenai pemantauan dan evaluasi atas seluruh pertambangan mangan yang ada di NTT.

 

Tentang WAHANA TANI MANDIRI

Wahana Tani Mandiri yang disingkat WTM didirikan, 29 Januari 1996. WTM adalah sebuah lembaga non-profit yang melakukan advokasi teknis pertanian kepada petani dan advokasi kebijakan agar berpihak pada kaum tani. WTM beralamat Kantor pusat : Jl. Feondari, Tanali, Bhera, kec. Mego, Kab.Sikka. Sedangkan untuk memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak maka WTM memiliki kantor penyanggah : Jl. Wairklau, Lorong Kantor Dinasi Koperasi Kabupaten Sikka, NTT.
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s