Kawasan Penyangga Oekopa Jadi Tambang Mangan

Desa Oekopa terletak di Kecamatan Biboki Tanpah, Kabupaten Timor Tengah Utara, Propinsi NTT. Secara Administrasi-geografis, desa Oekopa sebelah Utara Berbatasan dengan dengan desa Tualene, Selatan dengan desa Oerinbesi, Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Belu, Sebelah Barat berbatasan dengan desa Tautpah. Jumlah penduduk di desa Oekopa, 1.271 jiwa (2010), 1.563 (2011). Desa memiliki beberapa sumber mata air yakni: Oe Tobe, oe nenas, oe cikam, oe ekam, oe oni, oe sanlat yang mana akan mengairi persawahan oekopa seluas 840 ha,  selain  hamparan persawahan lurasik, Inggareo. Hamparan persawahan ini selama ini menjadi salah pemasok beras di Kabupaten TTU dan Belu.

Itu berarti bahwa wilayah Oekopa merupakan salah satu wilayah yang sungguh penting bagi kabupaten TTU.

Kini wilayah desa ini menjadi tidak nyaman karena akan dijadikan sebagai wilayah pertambangan mangan dan bahkan dibangun pabrik pengolahan biji dan pemurnian bijih Mangan. Dan itu telah dilegitimasi dalam surat Bupati TTU No. Ek.540/102/IV/2012 tentang Ijin Prinsip Pembangunan Pabrik Pengolahan dan Pemurnian Bijih Mangan kepada PT. Gema Energy Indonesia. Dikeluarkannya perijinan ini telah membuat pro-kontra di antara masyarakat Oekopa yang selama ini hidup rukun karena mayoritas penduduk adalah petani sawah.

Dari hasil investigasi lapangan, ditemukan pro-kontra ini karena dilandaskan pada bedanya basis analisa warga. Kelompok pro tambang melihat bahwa pertambangan mangan akan membawa peningkatan pendapatan ekonomi. Bagi warga yang lahannya masuk dalam wilayah pertambangan maka akan mendapatkan 22,5 juta sebagai biaya ganti rugi. Tetapi sebagai ikatan, setiap warga pemilik lahan akan diserahkan 2 juta namun pada pelaksanaannya uang yang diserahkan hanya sebesar 1 juta rupiah. Sedangkan pohon jati digatirugi dengan harga yang bervariasi, yang besar 500 ribu – 50 ribu. Menurut Kepala Desa Oekopa, Hendrikus bahwa pertambangan mangan di desa ini sedang dilakukan pemboran untuk mencari mangan (09/08/12). Kami akan mempersiapkan agar semua kesepakatan itu ditandatangani di atas meterai.

Sedangkan kelompok kontra yang diwakili oleh Gabriel Manek melihat bahwa wilayah pertambangan mangan ini akan mengganggu wilayah penyanggah. Karena kawasan pertambangan itu berada di atas gunung yang mana dibawahnya terdapat pemukiman dan persawahan rakyat. Dan malah itu adalah kawasan ternak yang sementara 700-an sapi dilepas di sana. Karena atas dasar ini kami di Oekopa telah membentuk sebuah Forum Peduli Kelestarian Lingkungan Hidup. Saya secara tegas menolak adanya pertambangan di Oekopa, karena wilayah ini adalah wilayah pertaniana (persawahan). Sedangkan janji perusahaan  bahwa akan dibuatkan tangki penampungan limbah dan akan dilakukan penanaman pohon setelah dilakukan pertambangan. Dan perusahaan akan memperbaiki  kapela (gereja) di kampung oekopa, saya tidak yakin itu dilakukan, Ujar Gab Manek di Oekopa (9/8/12)

PT GEI sedang melakukan Pemboran Mangan di Kawasan Penyangga Oekopa

Tentang WAHANA TANI MANDIRI

Wahana Tani Mandiri yang disingkat WTM didirikan, 29 Januari 1996. WTM adalah sebuah lembaga non-profit yang melakukan advokasi teknis pertanian kepada petani dan advokasi kebijakan agar berpihak pada kaum tani. WTM beralamat Kantor pusat : Jl. Feondari, Tanali, Bhera, kec. Mego, Kab.Sikka. Sedangkan untuk memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak maka WTM memiliki kantor penyanggah : Jl. Wairklau, Lorong Kantor Dinasi Koperasi Kabupaten Sikka, NTT.
Pos ini dipublikasikan di Tambang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s