Gubernur NTT Dilaporkan ke KPK

Koalisi Masyarakat untuk Indonesia Transparan (KOMITs) dan Forum Komunikasi Pemuda dan Mahasiswa NTT (FKPM NTT) melaporkan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penyelewengan dana bantuan sosial senilai Rp 15,511 miliar.
Ditemukan juga adanya penyaluran dan penggunaan dana bansos sebesar Rp 13,3 miliar yang belum dipertanggungjawabkan, serta penggelontoran dana bansos Rp 6,5 miliar tidak disertai dokumen memadai.
— Tommy DJ

Menurut juru bicara KOMITs, Tommy DJ, di Jakarta, Senin (25/6/2012), laporan tersebut diterima KPK dengan nomor surat laporan 2012-06-000386. Tommy mengatakan, hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTT Tahun Anggaran 2010 menunjukkan pengelolaan keuangan negara di bawah kepemimpinan Gubernur Frans Lebu Raya amburadul. Kewenangan Gubernur NTT dalam hal mengawasi kinerja instansi di bawah kepemimpinannya terkesan tidak berfungsi sama sekali.

Gambar“Temuan yang diungkap BPK RI Perwakilan NTT adalah dana bantuan sosial yang seharusnya disalurkan kepada masyarakat, ternyata digunakan untuk sejumlah kegiatan para pejabat di Pemprov NTT, mulai pejabat eksekutif hingga legislatif. Salah satunya digunakan untuk menyewa pesawat,” kata Tommy.

Sewa pesawat itu antara lain untuk kunjungan ke Kabupaten Flores Timur sebesar Rp 27,9 juta, ke Rote Ndao dan Sumba Timur Rp 46 juta, dan sewa helikopter Rp14 juta ke Kabupaten Timor Tengah Utara.

Tommy menambahkan, dana bansos juga ditengarai dimanfaatkan untuk perjalanan dinas ke Jerman sebesar Rp 166,4 juta dan ke China Rp 27,2 juta. Selain itu, ada juga transaksi keuangan menggunakan dana bansos yang tidak sesuai peruntukannya sebesar Rp 607,3 juta.

“Tak hanya itu, ditemukan juga adanya penyaluran dan penggunaan dana bansos sebesar Rp 13,3 miliar yang belum dipertanggungjawabkan, serta penggelontoran dana bansos Rp 6,5 miliar yang tidak disertai dokumen memadai,” kata Tommy.

Dengan demikian, lanjut Tommy, total kerugian negara dana bansos Provinsi NTT pada tahun anggaran 2010 sebesar Rp 27,586 miliar dengan 3.277 kasus. Akan tetapi, per 31 Desember 2010 lalu ditindaklanjuti atau diatasi Pemprov NTT sebanyak 1.761 kasus dengan nilai Rp 12,675 miliar, sedangkan yang belum ditindaklanjuti sebanyak 1.516 kasus dengan total besarnya mencapai Rp 15,511 miliar.

Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menegaskan, penyelewengan dana bansos di Provinsi NTT memang sudah sepatutnya dilaporkan ke KPK. Bahkan, kata dia, jika tidak ada elemen masyarakat melaporkan, KPK tahu penyelewengan tersebut, dan sudah seharusnya KPK menindaklanjuti secara tegas.

“Dana bansos itu kan untuk pihak ketiga, seperti organisasi kemasyarakatan, organisasi pemuda, organisasi agama, atau organisasi sosial lainnya. Jadi, dana bansos tidak boleh digunakan oleh pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif,” kata Boyamin.

Apalagi, lanjut dia, jika dana tersebut sampai digunakan untuk kepentingan perjalanan dinas para pejabatnya. Menurut dia, laporan tersebut harus segera diproses, mulai dari kepala daerah hingga kepala dinas. Jika terbukti tersangkut kasus itu, harus segera diperiksa.
Sumber :
ANT

Tentang WAHANA TANI MANDIRI

Wahana Tani Mandiri yang disingkat WTM didirikan, 29 Januari 1996. WTM adalah sebuah lembaga non-profit yang melakukan advokasi teknis pertanian kepada petani dan advokasi kebijakan agar berpihak pada kaum tani. WTM beralamat Kantor pusat : Jl. Feondari, Tanali, Bhera, kec. Mego, Kab.Sikka. Sedangkan untuk memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak maka WTM memiliki kantor penyanggah : Jl. Wairklau, Lorong Kantor Dinasi Koperasi Kabupaten Sikka, NTT.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s