WALHI NTT Berdiskusi dengan BLH Propinsi NTT

Kupang, Walhinews, Merespon berbagai permasalahan lingkungan hidup yang terjadi di NTT, Eksekutif Daerah WALHI NTT berinisiasi untuk melakukan Diskusi deengan Badan Lingkungan Hidup Propinsi NTT di kantor BLH (11/6). Kegiatan ini dipimpin oleh Adrianus Jelahu (Asisten II Setda II Propinsi NTT) yang dihadiri oleh Tim WALHI NTT dan beberapa kepala bagian di dinas tersebut.

Dalam sambutannya, Adrianus memberi apreseasi kepada WALHI NTT yang konsen melakukan kritikan terhadap berbagai kebijakan pemerintah terutama dalam kaitan dengan kebijakan Lingkunga hidup.

Selanjutnya, Herry (Direktur WALHI NTT) mempresentasikan tentang potret Ekologi NTT yang diidentifikasi sebagai daerah ekologi genting. Tetapi dalam kondisi yang sedemikian parah pemerintah seenaknya menggelontorkan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) di NTT. Ini menunjukkan bahwa upaya penyelamatan NTT masih sangat lemah. Herry, lebih lanjut mengungkapkan 3 hal penting yakni: Pertama. Pencemaran laut Timor yang tidak serius diurus oleh Pemeritah provinsi NTT. Bahwa selain upaya ganti rugi tetapi upaya pemulihan ekologi atas kerusakan yang ditimbulkan. Kedua, Masifnya pertambangan di NTT. NTT adalah daerah pulau kecil yang rentan terhadap bencana mestinya kebijakan yang berbasis ekologi diprioritaskan. Realitasnya empatratusan perijinan pertambangan digelontorkan. Padahal tambang ini adalah industri ekstraktif yang tidak ramah lingkungan, ramah dengan manusia. Ketiga, Kerusakan hilir-hulu. Bahwa bila dipotret bencanan banjir yang terus terjadi di Das Noelmina dan Benenain setiap tahun mestinya mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Menanggapi presentasi WALHI NTT, Ardy menyampaikan terima kasih atas masukan WALHI agar ke depan hal-hal ini menjadi prioritas. Kemudian Ardy merekomendasikan kepada Benyamin Lola, Sekretaris Badan Lingkungan Hidup NTT agar melanjutkan mempimpin pertemuan tersebut. Benyamin kemudian meminta Miqdont Abolla (Kabid III) untuk merespon presentasi WALHI NTT. Menurutnya, BLH selama ini melakukan pemantauan dan memberikan rekomendasi bila sebuah perijinan itu sudah memiliki dokumen Amdal, UKL dan UPL.Dan perijinan itu harus sesuai dengan Penetapan tata ruang. Kami di BLH tidak bisa melakukan pembatalan, bila itu sesuai dengan peraturan. Mengenai masifnya pertambangan di NTT, ini karena didasarkan Undang-Undang Pertambangan.

Pernyataan dikecam WALHI NTT, bahwa pertambangan bukan potensi satu-satunya di NTT. Sudah ratusan tahun orang NTT hidup tanpa tambang. Apabila alasannya adalah kesejahteraan, tunjukkan dimana pertambangan telah memakmurkan rakyat. Jangan menghantar rakyat pada sebuah ilusi kesejahteraan. NTT bagi kami adalah Nusa Tanpa Tambang.

Pernyataan ini kemudian ditanggapi oleh Sekretaris BLH, bahwa pertambangan di NTT ini perlu mendapat evaluasi dan pemantauan serius dari BLH. WALHI NTT telah membantu kami untuk memberikan beberapa landasan argumentatif agar menjadi pijakan dalam membuat kebijakan pro-lingkungan.

Diskusi ini berjalan alot karena tujuan diskusi adalah penyamaan persepsi atas penyelesaian berbagai permasalahan lingkungan hidup yang terjadi di NTT. Kesimpulan akhir dari diskusi ini adalah BLH Propinsi NTT akan terus memantau perkembangan kondisi ekologi NTT.

Penutur Cerita: Herry Naif

Tentang WAHANA TANI MANDIRI

Wahana Tani Mandiri yang disingkat WTM didirikan, 29 Januari 1996. WTM adalah sebuah lembaga non-profit yang melakukan advokasi teknis pertanian kepada petani dan advokasi kebijakan agar berpihak pada kaum tani. WTM beralamat Kantor pusat : Jl. Feondari, Tanali, Bhera, kec. Mego, Kab.Sikka. Sedangkan untuk memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak maka WTM memiliki kantor penyanggah : Jl. Wairklau, Lorong Kantor Dinasi Koperasi Kabupaten Sikka, NTT.
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s