Kris Rotok “Jual” Manggarai

Diskusi mengenai keselamatan FLores dan pulau-pulau kecil rupanya tidak akan pernah berhenti. Ada sesuatu yang mengejutkan saya hari ini. Pater Simon Suban Tukan,SVD mendapat bocoran data dari Dinas pertambangan Manggarai hari ini dan mengejutkan. Dalam data itu, terdapat 24 IUP pertambangan. Dari 24 ini, 13 di antaranya sudah IUP Produksi, 11 lainnya IUP Eksplorasi.

Rincikan berdasarkan tahun berakhirnya IUP:

Eksplorasi:  2011  (1); 2013 (4): 2014 (5): 2015 (1)  dengan luas areal eksplorasi: 21625,80 ha

Produksi: 2013 (3): 2014 (2); 2016 (1); 2022 (2); 2029 (5), dengan luas areal produksi: 4854,27 ha

Dari 24 IUP tersebut, 22 IUP ada di kecamatan Reok, 2 IUP di Cibal. Jika dilihat dari tahun penerbitan Ijin, maka akan terlihat seperti berikut: 2009 (11); (3): 2011 (8); Mei 2012 (2)

Melihat data ini, saya berpikir Pemkab Manggarai yang dipimpin Bupati Christian Rotok menjual kecamatan Reok dan Manggarai umumnya seperti menjual ubi kayu saja.

Saya juga berpikir bupati Christian Rotok melakukan pembohongan publik, karena  beberapa waktu lalu dalam Pos Kupang (18 Mei), beliau mengatakan bahwa Manggarai tidak ada tambang. Kenyataannya, ada ijin yang diperpanjang pada 14 Mei 2012. Bahkan IUP kepada PT Sumber Jaya Asia yang pernah dicabut ijinnya untuk sebagian areal, pada 27 Desember 2011 Bupati Chris menerbitkan lagi ijin (HK/246/2011) dan diperpanjang sampai dengan 27 Desember 2016.

Kelihatan Bupati Chris tidak punya rasa memiliki sedikitpun kecamatan Reok, dan membiarkan Kecamatan Reok diobrak-abrik oleh perusahaan tambang. Orang-orang di kecamatan Reok, tanpa sadar sedang diusir dari kampung halamannya. Ini sudah mengarah kepada kejahatan kemanusiaan. Satu contoh yang  mengejutkan adalah IUP di desa Nggalak. Desa Nggalak luasnya hanya 4006 ha, tetapi ada 5 IUP sedang mengepungnya, dengan total luas:13 878.30 ha. Benar-benar jual ubi kayu dan upaya pengusiran warga dari ruang hidupnya.

Tentang WAHANA TANI MANDIRI

Wahana Tani Mandiri yang disingkat WTM didirikan, 29 Januari 1996. WTM adalah sebuah lembaga non-profit yang melakukan advokasi teknis pertanian kepada petani dan advokasi kebijakan agar berpihak pada kaum tani. WTM beralamat Kantor pusat : Jl. Feondari, Tanali, Bhera, kec. Mego, Kab.Sikka. Sedangkan untuk memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak maka WTM memiliki kantor penyanggah : Jl. Wairklau, Lorong Kantor Dinasi Koperasi Kabupaten Sikka, NTT.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s