Masyarakat TTU Tinggalkan Tambang Mangan

Kondisi iklim di Kabupaten TTU dan pulau Timor pada umumnya berjalan normal, dimana sejak bulan november hujan telah mengguyuri wilayah ini. Kondisi ini kemudian mendorong rakyat TTU untuk kembali berkebun seperti dua tahun sebelum adanya pertambangan mangan di pulau Timor.

Rakyat TTU berbondong-bondong menuju kebun. Lokasi tambang mangan di tinggalkan. Kendatipun benih jagung, padi, kacang-kacangan itu hampir tidak dimiliki karena praksisnya dua tahun mereka tidak berkebun karena mengalami iklim ekstrem dimana hujan terus mengguyuri pulau timor dan TTU pada khususnya. Hal ini didukung secara politik dimana pemerintah kabupaten TTU mencanangkan Program Padat Karya Pangan (PKP) dimana setiap warga diwajibkan memiliki 25 are untuk menjadi kebun contoh dimana para petani harus melakukan teras-sering. Bila petani tidak menjalankan ini maka petani tersebut tidak diperkenankan untuk mendapatkan beras miskin (raskin).

Namun, kondisi ini apakah akan memberikan dampak postif bagi petani. Ini sebuah pertanyaan yang terus menggugah. Karena hendaknya dikaji. Pertama, yang dilihat bahwa pemkab TTU sendiri belum memiliki zonasi pengelolaan (pertanian), karena wilayah TTU itu ada yang didataran tinggi dan ada juga yang di dataran rendah. Karena itu pilihan pengembangan pertanian harus dikontekstualisasikan dengan situasi wilayah. Kedua, apakah petugas penyuluh lapangan secara serius menjalankan perannya untuk mendampingi petani ataukah sekedar dijalankan sebagai formalitas untuk mendukung program PKP. Ketiga, apakah sistem pertanian ini kemudian dijadikan sebagai model pertanian lahan kering yang akan terus dijalankan ataukah juga hanya sekedar dijalankan untuk mendaptkan raskin.

Inilah beberapa pertanyaan kritis, yang hendak dikaji lebih jauh. Dikwatirkan bahwa petani tidak mengalami dampak yang secara signifikan. Oleh karena itu, ini adalah sebuah momentum yang perlu dikaji terus agar mendekatkan rakyat pada sebuah pola pertanian yang menjawabi kemiskinan rakyat TTU.

Herry Naif, Direktur WALHI NTT

Tentang WAHANA TANI MANDIRI

Wahana Tani Mandiri yang disingkat WTM didirikan, 29 Januari 1996. WTM adalah sebuah lembaga non-profit yang melakukan advokasi teknis pertanian kepada petani dan advokasi kebijakan agar berpihak pada kaum tani. WTM beralamat Kantor pusat : Jl. Feondari, Tanali, Bhera, kec. Mego, Kab.Sikka. Sedangkan untuk memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak maka WTM memiliki kantor penyanggah : Jl. Wairklau, Lorong Kantor Dinasi Koperasi Kabupaten Sikka, NTT.
Pos ini dipublikasikan di Pangan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s